JAKARTA, Lingkar.news – TNI Angkatan Laut (AL) menyiapkan kapal rumah sakit untuk dikirim ke Palestina bersama pasukan perdamaian sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam Board of Peace (BoP) guna membantu meredam konflik dan mendukung misi kemanusiaan.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan satu kapal rumah sakit telah didaftarkan untuk misi tersebut.
“Jadi kita akan mengirimkan kapal rumah sakit, yang jelas. Sementara yang masih didaftarkan satu, tapi mungkin bisa jadi lebih dari satu,” ujar Ali saat ditemui di Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Pom AL), Jakarta Utara, Kamis (12/2/2026).
Satu Kapal Cadangan Disiagakan
KSAL menjelaskan pengiriman akan diprioritaskan untuk satu kapal rumah sakit terlebih dahulu. Kapal kedua disiapkan sebagai cadangan apabila diperlukan sesuai perkembangan situasi.
Selain unsur kapal, TNI AL juga menyiapkan pasukan di bidang zeni konstruksi dan tenaga kesehatan untuk mendukung misi perdamaian dan bantuan kemanusiaan di wilayah konflik.
“Jumlahnya kita masih menunggu kesepakatan dan arahan dari Mabes TNI,” kata Ali.
Baca juga: Indonesia Siapkan Pengiriman Pasukan ke Gaza Melalui ISF
Pemerintah Siapkan Pengiriman 8.000 Prajurit
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah tengah mematangkan rencana pengiriman pasukan penjaga perdamaian ke Palestina.
Menurut Prasetyo, jumlah personel yang dipertimbangkan untuk dikirim mencapai sekitar 8.000 prajurit TNI.
“Sedang dibicarakan, tapi ada kemungkinan kita akan kurang lebih di angka 8.000,” ujarnya di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Ia menambahkan, lokasi penempatan seperti Rafah masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi keputusan final.
Komitmen Indonesia Dukung Palestina
Mensesneg menegaskan keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace bersama tujuh negara muslim lainnya merupakan bagian dari komitmen bangsa terhadap perjuangan Palestina, khususnya dalam mendukung pengakuan kemerdekaan Palestina dan meringankan penderitaan warga Gaza.
Pemerintah berharap partisipasi Indonesia dapat membantu menurunkan eskalasi konflik serta membuka akses bantuan kemanusiaan, termasuk distribusi logistik dan makanan ke wilayah terdampak.
“Setidaknya kita berharap akan mengurangi eskalasi konflik yang ada di Gaza, sehingga saudara-saudara kita berkurang penderitaannya,” kata Prasetyo.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki