JAKARTA, Lingkar.news – Thomas Djiwandono, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) dalam Kabinet Merah Putih, terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri pada 13 Januari 2026.
Penunjukan tersebut merupakan hasil rapat musyawarah Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (26/1/2026).
“Telah dilakukan kesepakatan melalui proses musyawarah mufakat dan kemudian dimasukkan dalam rapat internal di Komisi XI bahwa yang diputuskan untuk menjadi Deputi Gubernur BI pengganti Juda Agung yang mengundurkan diri adalah Thomas Djiwandono,” kata Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun.
Keputusan Komisi XI DPR RI ini selanjutnya akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa (27/1/2026) untuk mendapatkan persetujuan pimpinan DPR RI.
Alasan DPR Pilih Thomas Djiwandono
Misbakhun menjelaskan bahwa Thomas Djiwandono dinilai sebagai figur yang dapat diterima oleh seluruh fraksi partai politik di DPR RI.
Selain itu, paparan Thomas dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dinilai relevan dengan tantangan ekonomi nasional saat ini, khususnya kebutuhan akan sinergi kebijakan moneter dan fiskal.
Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan
Thomas Djiwandono lahir di Jakarta, 7 Mei 1972. Ia merupakan putra pertama dari Soedradjad Djiwandono, Gubernur BI periode 1993–1998, dan Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo, kakak kandung Presiden Prabowo Subianto.
Meski tidak langsung menempuh pendidikan ekonomi, Thomas menyelesaikan pendidikan sarjana bidang Sejarah di Haverford College, Pennsylvania, Amerika Serikat.
Saat masih kuliah, ia sempat menjadi wartawan magang Majalah Tempo pada 1993. Setelah lulus pada 1994, ia bekerja sebagai wartawan di Indonesia Business Weekly.
Karier di Dunia Keuangan dan Bisnis
Suami dari Rizkiati Mulan Hamami ini memulai karier di sektor keuangan sebagai analis di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong, pada 1996–1999.
Ia kemudian menjadi konsultan di Castle Asia, Jakarta, pada 1999–2000, sebelum melanjutkan studi Magister Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies, Washington DC. Ia meraih gelar master pada 2003.
Pada 2004, ayah dua anak tersebut bergabung dengan PT Comexindo International, perusahaan dagang internasional bagian dari Arsari Group yang dimiliki oleh Hashim Djojohadikusumo, adik dari Presiden Prabowo Subianto.
Ia sempat menduduki berbagai jabatan selama 20 tahun mengabdi di perusahaan tersebut, yakni Direktur Pengembangan Bisnis (2004-2008), Deputi CEO (2008-2009), dan CEO (2010-2024). Selain itu, ia juga menjabat sebagai Deputi CEO Arsari Group pada 2011-2024.
Karier Politik dan Jabatan Pemerintahan
Selain berkarier di dunia bisnis, Thomas juga aktif di politik sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra sejak 2014. Namun, ia telah mengundurkan diri dari kepengurusan partai tersebut per 31 Desember 2025.
Ia juga tergabung dalam Tim Gugus Sinkronisasi Bidang Ekonomi dan Keuangan selama masa transisi kepemimpinan antara Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Prabowo Subianto pada 2024 silam.
Untuk menyelaraskan proses transisi APBN, Thomas kemudian dilantik oleh Jokowi menjadi Wakil Menteri Keuangan di Kabinet Indonesia Maju pada 18 Juli 2024.
Jabatan tersebut terus ia pegang sampai era Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga ia ditunjuk menjadi Deputi Gubernur BI hari ini.
Proses Penunjukan Deputi Gubernur BI
Sebelumnya, pada 14 Januari 2026, Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto tiga nama calon Deputi Gubernur BI, yakni Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solikin M. Juhro.
Presiden Prabowo kemudian mengajukan ketiga nama tersebut kepada DPR RI untuk mendapatkan persetujuan sesuai ketentuan perundang-undangan.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki