Kepala BKN Blak-blakan Bilang Pegawai Titipan Itu Selalu Ada

JAKARTA, Lingkar.news  Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, tak menampik adanya titipan pegawai dalam perekrutan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kepala BKN mengungkap persoalan rekrutmen ASN tersebut saat menjadi pembicara pada sebuah siniar yang tayang pada 29 Desember 2025.

Pada kesempatan tersebut Zudan ditanya sistem meritokrasi yang dibangun BKN dalam perekrutan ASN serta intervensi politik dalam prosesnya.

“Kita tidak bisa memungkiri. Ini masih Indonesia, jadi titipan itu selalu ada. Nah, hanya saja saya memasang standar. Misalnya, kalau dia tidak memenuhi standar, titip enggak bisa. Dan yang bisa menyebabkan yang dititipkan masuk itu karena kinerja yang bersangkutan, bukan karena saya,” ungkapnya.

Zudan mengaku BKN memiliki standar yang harus dipenuhi calon pegawai dan berlaku setara untuk semua.

Ia kemudian mencontohkan bahwa seseorang untuk menduduki jabatan camat harus mengikuti pelatihan camat. Namun, ketika belum ikut pelatihan, dan calonnya terbatas maka boleh untuk dilantik terlebih dahulu. Kemudian diberi waktu enam bulan untuk melakukan pelatihan. Apabila dalam kurun waktu yang diberikan belum mengikuti pelatihan maka persetujuannya akan ditarik.

“Kalau ada yang titip kita berikan standarnya yang tepat kemudian kita relaksasi. Tapi, ini berlaku untuk semua, di luar itu kita enggak bisa penuhi karena ada terkait dengan sistem-sistemnya ya. Jadi dipagari oleh sistem itu,” terangnya.

Begitu pula ketika ada titipan untuk ikut promosi jabatan, kata Zudan, apabila orang yang bersangkutan berhasil lolos, tapi ketika dimasukkan ke sistem langsung tertolak karena nilainya kurang maka tetap tidak bisa ikut promosi jabatan.

“Nah, itulah kami diintervensi pun sistemnya membaca. Maka kalau sudah kurang ya gak bisa lagi,” ucapnya.

Zudan menegaskan bahwa BKN memberlakukan sistem yang kuat tersebut untuk menjaga standar kepegawaian yang dibarengi regenerasi sumber daya manusia yang kuat pula.

“Maka yang kami tinggalkan adalah sistem yang kuat. Kemudian ASN yang bersedia menjaga sistem itu kita kader. Karena semangat kita itu kan leader creates new leaders. Pemimpin yang baik harus mampu melahirkan pemimpin yang baik,” pungkasnya.

Editor: Ulfa Puspa