JAKARTA, Lingkar.news – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan kegiatan belajar mengajar akan tetap berlangsung secara tatap muka di sekolah setelah libur Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Keputusan ini sekaligus membatalkan wacana penerapan pembelajaran hibrid yang menggabungkan metode daring dan luring.
Pertimbangan Akademik dan Karakter Siswa
Abdul Mu’ti menjelaskan, keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil rapat lintas kementerian pada 23 Maret 2026. Pemerintah mempertimbangkan aspek akademik serta pentingnya penguatan pendidikan karakter siswa.
“Pembelajaran di sekolah dilaksanakan sebagaimana biasa dengan pertimbangan akademik dan penguatan pendidikan karakter,” ujarnya di Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Baca juga: Komisi X DPR Tolak Wacana Sekolah Daring demi Efisiensi: Berisiko ‘Learning Loss’
Pemerintah Utamakan Kualitas Pendidikan
Pada kesempatan terpisah, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan pembelajaran dapat dilaksanakan seperti biasa, yakni siswa dapat datang ke sekolah untuk proses pembelajaran.
“Pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa,” kata Pratikno.
Ia menambahkan memang pernah ada diskusi tentang kemungkinan penggunaan metode hibrid yang mengkombinasikan luring dan daring.
Namun demikian, lanjutnya, mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, maka pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini.
“Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag dan Kemendiktisainstek. Ini prioritas. Ini utama,” ujarnya.
Hindari Risiko Learning Loss
Menko PMK pun menyampaikan tentang pentingnya menjamin proses pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa.
Menurutnya, di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus makin optimal dan jangan sampai timbul learning loss. Oleh karena itu, ia mengatakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa.
“Demikian juga dengan layanan medis esensial tetap beroperasi secara sepenuhnya normal,” tegas Pratikno.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki
