LINGKAR JABAR

Pemerintah Respons Kreator Konten Dapat Teror Usai Sampaikan Kritik

JAKARTA, Lingkar.news Baru-baru ini viral di media sosial sejumlah kreator konten mengungkap mendapatkan teror dan intimidasi setelah menyuarakan pendapat atau kritikan terhadap pemerintah. Kasus-kasus tersebut antara lain menimpa Ramon Dony Adam yang dikenal sebagai DJ Donny, Sherly Annavita, dan Chiki Fawzi.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Angga Raka Prabowo, menyatakan bahwa pemerintah dengan tegas menolak dan mengecam segala bentuk intimidasi dan teror terhadap warga negara, termasuk kepada para konten kreator yang menyampaikan kritik.

“Pemerintah dengan tegas menolak dan mengecam segala bentuk intimidasi, ancaman atau teror terhadap warga negara termasuk terhadap konten kreator, aktivis maupun siapa pun yang menyampaikan kritik,” kata Angga dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Angga menjelaskan bahwa pemerintah menjamin kebebasan berpendapat bagi setiap warga negara.

“Kebebasan berpendapat adalah hak konstitusional dan dilindungi oleh undang-undang,” tegas Angga, merujuk pada Pasal 28E ayat (3) Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, DJ Donny melaporkan teror yang terjadi di rumahnya oleh orang tak dikenal.

“Jadi, kemarin saya dapat teror, dikirim bangkai ayam ke rumah saya. Lalu, semalam jam 3.00 WIB, di CCTV (kamera pengawas) terekam orang melempar molotov ke rumah saya,” kata Donny saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu, 31 Desember 2025.

Menurut dia, tindakan tersebut tidak hanya merugikannya, namun sudah mengancam keamanan keluarga dan juga orang-orang di sekitarnya.

Selain dua teror langsung tersebut, Donny juga mengaku sering menerima ancaman melalui telepon dan pesan di media sosial.

Teror serupa juga dialami oleh Sherly Annavita, yang mendapati mobilnya dicoret-coret oleh orang tak dikenal. Sementara itu, Chiki Fawzi menerima ancaman digital. Para pemengaruh ini mengaku teror tersebut didapatkan setelah menyampaikan kritik terhadap penanganan bencana di Aceh dan Sumatera oleh pemerintah.

Exit mobile version