TANGERANG, Lingkar.news – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat sebanyak 22 warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Iran telah tiba kembali di Tanah Air pada Selasa (10/3/2026) pukul 18.00 WIB.
Kepulangan mereka difasilitasi melalui penerbangan Turkish Airlines dengan rute perjalanan Baku, Azerbaijan – Jakarta dan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.
Rombongan tersebut merupakan bagian dari gelombang pertama evakuasi WNI dari Iran yang secara keseluruhan mencakup 32 orang.
“Sore ini ada 22 WNI yang kembali di gelombang pertama ini. Besok, 10 lagi yang berangkat dari Iran,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono yang menyambut langsung kepulangan WNI di Bandara Soetta.
Para WNI selanjutnya akan dibantu pemerintah daerah untuk melanjutkan perjalanan ke daerah asal masing-masing.
Baca juga: Kemlu RI Mulai Evakuasi 32 WNI dari Iran Melalui Azerbaijan
Proses Evakuasi WNI dalam 2 Gelombang
Menlu mengatakan WNI yang mengikuti evakuasi Gelombang I terdiri atas 10 WNI pekerja, 1 pengajar/jurnalis, 14 pelajar/mahasiswa, 2 pekerja migran Indonesia (PMI), dan 5 turis.
Proses evakuasi akan dilanjutkan pada Gelombang II dengan dengan jumlah 36 WNI. Mereka tercatat dan mendaftarkan diri untuk bisa dipulangkan ke tanah air.
“Kami dari Kementerian Luar Negeri terus melakukan koordinasi yang cukup erat, sangat erat dengan perwakilan-perwakilan kita yang ada di negara tersebut,” ujar Sugiono.
Koordinasi dan Pemantauan Kondisi
Menurut Sugiono, pemerintah saat ini terus memantau kondisi WNI melalui kedutaan/perwakilan yang berada di beberapa lokasi terjadinya konflik.
Kendati demikian, pemerintah juga mengharapkan agar seluruh WNI yang ingin direpatriasi, khususnya dari Teheran, Iran untuk dapat menginformasikan kepada kedutaan.
“Hari demi hari, jam demi jam, kita lakukan penilaian terhadap situasi dan kami berusaha untuk mengajak kepada WNI agar bisa direpatriasi,” ucapnya.

Pemerintah Prioritaskan Keselamatan
Sugiono mengaku selama tahapan evakuasi, Kemlu selalu mengutamakan keselamatan dan perhitungan tepat, baik itu faktor situasi keamanan, aturan masing-masing otoritas negara dan logistik dilakukan penelitian dengan baik.
“Kemudian aturan yang dikeluarkan oleh otoritas tempat, juga logistiknya, jalur-jalur evakuasinya, negara mana yang wilayah udaranya terbuka, mana yang tertutup, perjalanan mana yang harus dilakukan, dan sebagainya,” ungkapnya.
Kemlu Catat 329 WNI di Iran
Berdasarkan catatan KBRI Teheran, jumlah WNI yang tercatat berada di Iran adalah 329 orang, yang mayoritas berstatus sebagai pelajar atau mahasiwa dengan konsentrasi utama di Kota Qom, dan sisanya adalah PMI dan para ekspatriat.
Kemlu melalui KBRI di Teheran terus lakukan komunikasi intensif untuk memastikan kondisi dan keberadaan para WNI serta melakukan asesmen tentang bentuk bantuan yang saat ini dapat diberikan.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki
