JAKARTA, Lingkar.news – Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo mengapresiasi langkah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat mitigasi dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Pulau Sumatra, seperti Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
Firman menilai kebijakan serta langkah konkret pemerintah menunjukkan kapasitas dan potensi besar Indonesia dalam menghadapi risiko bencana alam secara mandiri, tanpa ketergantungan berlebihan terhadap bantuan luar negeri.
Bukti Kemandirian Nasional dalam Hadapi Bencana
Menurut Firman, penanganan bencana yang dilakukan pemerintah membuktikan bahwa bangsa Indonesia mampu mengelola risiko bencana dengan kekuatan sendiri.
“Penanganan bencana yang dilakukan pemerintah membuktikan bahwa bangsa Indonesia mampu mengelola risiko bencana dengan kemampuan sendiri. Ini menjadi modal penting bagi penguatan kemandirian nasional,” ujar Firman kepada wartawan, Senin (1/1/2026).
Peluang Pengembangan Teknologi Mitigasi
Firman menyebut terdapat sejumlah capaian positif dari upaya pemerintah, salah satunya meningkatnya kemampuan tanggap darurat dalam merespons bencana secara cepat dan terkoordinasi.
Selain itu, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan teknologi dan sistem mitigasi bencana yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah serta kebutuhan lokal.
Peran Masyarakat dalam Mitigasi Bencana
Firman juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mendukung upaya mitigasi dan penanganan bencana. Menurutnya, keterlibatan masyarakat merupakan faktor kunci dalam meminimalkan dampak bencana di daerah rawan.
Kesadaran publik yang tinggi, kata dia, akan memperkuat kesiapsiagaan serta mempercepat proses penanganan ketika bencana terjadi.
Dorong Penguatan Koordinasi dan Pendanaan
Meski mengapresiasi langkah pemerintah, Firman mengingatkan masih terdapat sejumlah aspek yang perlu terus dibenahi. Ia menyoroti pentingnya peningkatan koordinasi lintas lembaga, baik antar-instansi pemerintah maupun dengan pihak swasta, agar penanganan bencana berjalan lebih efektif dan terintegrasi.
Selain itu, penguatan pendanaan mitigasi bencana dinilai penting untuk menjamin ketersediaan sumber daya yang memadai. Edukasi dan pelatihan kebencanaan bagi masyarakat juga perlu terus ditingkatkan.
“Dengan perbaikan di berbagai aspek tersebut, Indonesia tidak hanya akan semakin mandiri dalam menghadapi bencana, tetapi juga mampu menekan risiko serta dampak yang ditimbulkan,” pungkas Firman.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki
