LINGKAR JABAR

Dari Gerobak ke Sekolah Rakyat, Kisah Agista Menekuni Seni Lukis

Makassar (LINGKAR.NEWS) – Agista Saputri (10), anak seorang pemulung asal Tangerang, Banten, mendapat kesempatan mengenyam pendidikan melalui program Sekolah Rakyat yang digagas Kementerian Sosial. Kini, siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 37 Serang itu menyimpan mimpi untuk melukis langsung Presiden Prabowo Subianto.

Agista menceritakan perjalanan hidupnya seusai perayaan satu tahun Sekolah Rakyat dan Sumpah Pemuda di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/10/2026). Ia juga menjadi salah satu penampil kesenian dalam puncak acara yang berlangsung di GOR Sudiang tersebut.

Sebelum masuk Sekolah Rakyat, anak bungsu pasangan Roni (40) dan Wagiyem (38) itu belum pernah mengenyam pendidikan formal. Hari-harinya dihabiskan dengan melukis dan membantu orang tuanya yang bekerja sebagai pemulung.

Lukisan di Gerobak Membantu Kebutuhan Keluarga

Bakat melukis Agista sudah terlihat sejak usianya empat tahun. Ia menggunakan berbagai media, mulai dari pena, tinta, hingga cat, untuk menggambar di kertas, tembok, dan kardus bekas yang dipungut ayahnya.

Orang tuanya tidak menduga karya Agista akan menarik minat banyak orang. Lukisan dan gambarnya dinilai memiliki estetika yang melampaui usianya, meskipun saat itu ia belum bisa berhitung, membaca, dan menulis.

Karya Agista banyak yang terjual dengan harga Rp5.000 hingga Rp10.000 per lembar kertas HVS. Gerobak ayahnya menjadi galeri sekaligus tempat menjajakan lukisan, mengikuti lokasi kedua orang tuanya mangkal.

Salah satu lokasi yang dikenal orang adalah di depan toko swalayan kawasan Japos, Tangerang, Banten. Penghasilan dari penjualan lukisan tersebut membantu ayahnya membeli beras untuk keluarga.

Kesempatan bersekolah datang setelah karya Agista viral di media sosial melalui berbagai unggahan. Ia kemudian dipertemukan dengan tim penyaring Kementerian Sosial untuk masuk ke program Sekolah Rakyat.

Belajar Mandiri dan Bermimpi Melukis Presiden

Setelah delapan bulan tinggal di asrama, Agista kini mahir membaca dan menulis. Ia juga belajar hidup mandiri dengan rutinitas harian yang disiplin.

Berbagai kegiatan ekstrakurikuler diikutinya, mulai dari silat, menari, karate, bahasa Inggris, hingga Pramuka. Di tengah semangat menimba ilmu, kecintaannya terhadap seni lukis tetap terjaga.

Agista ingin melukis langsung Presiden Prabowo Subianto di tempat yang disukainya, yakni pantai atau gunung. Ia menilai Presiden sebagai pemimpin yang peduli terhadap kehidupan dan masa depan anak-anak dari keluarga miskin.

“Jadi seniman lukis, atau polwan yang mahir melukis orang dan pemandangan. Dan yang mau saya lukis langsung adalah Pak Prabowo di pantai atau gunung yang indah (orang dan tempat spesial yang ingin dikunjunginya),”

Agista mengungkapkan cita-cita tersebut dengan penuh antusias.

Sekolah Rakyat Membuka Akses Pendidikan Gratis

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan gratis kepada anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah, yakni Desil 1-4 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Konsep pengentasan kemiskinan terpadu diterapkan dengan mengintegrasikan berbagai layanan, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), jaminan kesehatan PBI-JK, serta keterhubungan dengan Koperasi Merah Putih dan Program 3 Juta Rumah.

Berdasarkan data Kementerian Sosial, saat ini telah beroperasi 182 titik Sekolah Rakyat, baik rintisan maupun terintegrasi. Sekolah-sekolah tersebut menampung 44 ribu siswa jenjang SD, SMP, dan SMA, dengan dukungan ribuan guru, wali asrama, serta wali asuh.

Sebanyak 100 Sekolah Rakyat di antaranya telah memiliki gedung permanen. Pembangunan itu menjadi bagian dari target 500 sekolah permanen hingga 2029.

Di Jakarta dan sekitarnya, Kementerian Sosial baru-baru ini mengumumkan penambahan 10 titik Sekolah Rakyat rintisan. Titik tambahan tersebut dikhususkan untuk menampung anak terlantar, anak jalanan, dan anak yang berpotensi putus sekolah. (RARA/RED)

Exit mobile version