LINGKAR JABAR

Atasi Kesenjangan, Wamenkomdigi Dorong Internet Rakyat 100 Mbps Berkualitas

Jakarta, Lingkar.news – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan bahwa kehadiran layanan internet berkekuatan 100 Mbps dengan harga Rp100 ribu per bulan merupakan titik balik bagi pemerataan akses digital nasional. Program ini diharapkan dapat menjadi jawaban atas persoalan biaya internet yang dihadapi masyarakat luas.

Menurut Nezar, Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan besar terkait kualitas layanan internet, meskipun cakupan jaringan secara infrastruktur telah menjangkau sebagian besar wilayah berpenduduk.

“Jaringan telekomunikasi kita sudah mencakup 97 persen wilayah yang didiami di Nusantara. Dari sisi lanskap sudah baik, tetapi kualitas internet kita masih harus ditingkatkan,” kata Nezar dalam acara peluncuran Internet Rakyat di Jakarta Barat, Selasa.

Nezar menjelaskan bahwa tantangan utama saat ini tidak lagi hanya soal perluasan cakupan jaringan, melainkan kualitas layanan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat. Pemerintah menilai kebutuhan akses internet cepat dan stabil semakin mendesak seiring percepatan transformasi digital di sektor pendidikan, layanan publik, kesehatan, hingga ekonomi digital.

Kehadiran layanan internet dengan kecepatan tinggi dan harga terjangkau ditegaskan sebagai solusi untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang digital yang produktif. Inisiatif Internet Rakyat menjadi langkah penting untuk menjembatani kesenjangan digital yang masih terjadi di berbagai daerah.

“Kalau kita bisa menyediakan internet 100 Mbps dengan harga Rp100 ribu, ini akan menjadi game changer. Ini bukan hanya soal koneksi internet, tetapi bagaimana masyarakat bisa mendapatkan akses digital yang lebih setara,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa transformasi digital memerlukan dukungan infrastruktur yang inklusif agar manfaat ekonomi digital dapat dirasakan secara merata. Pemerintah berupaya memastikan masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan ruang digital untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.

“Kita ingin akses digital ini semakin inklusif. Jangan sampai ada masyarakat yang tertinggal hanya karena tidak mampu mengakses internet yang berkualitas,” ujarnya.

Pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, penyedia layanan telekomunikasi, dan pemangku kepentingan lainnya turut ditekankan guna mempercepat pemerataan konektivitas nasional. Mengingat tantangan geografis Indonesia yang luas, diperlukan pendekatan inovatif agar layanan internet dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efisien.

Selain memperluas akses, Kementerian Komunikasi dan Digital terus mendorong peningkatan kualitas jaringan nasional untuk mendukung teknologi masa depan seperti kecerdasan artifisial (AI), layanan cloud, Internet of Things (IoT), serta pengembangan ekonomi digital nasional.

“Ke depan kebutuhan bandwidth kita akan semakin besar. Karena itu, kualitas internet dan keterjangkauan harga harus berjalan bersama,” kata Wamen Nezar.

Melalui kolaborasi lintas sektor, layanan internet cepat dengan harga terjangkau diharapkan mampu membuka peluang baru bagi masyarakat dalam mengakses pendidikan digital, memperluas peluang usaha, serta memperkuat daya saing Indonesia dalam ekonomi digital global. (rara-lingkar.news)

Exit mobile version