JAKARTA, Lingkar.news – Pemerintah mengevaluasi pelaksanaan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) dalam Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), setelah tiga peserta calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal dunia saat mengikuti pelatihan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan evaluasi dilakukan terhadap seluruh prosedur pelatihan yang dijalani para calon manajer KDMP dan KNMP.
“Pertama, tentu kita menyampaikan keprihatinan dan dukacita mendalam. Tapi, mari kita terus memperbaiki dan memonitor semua proses yang berjalan,” kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Prasetyo mengatakan pemerintah masih mendalami penyebab meninggalnya ketiga peserta. Menurutnya, belum dapat dipastikan ada keterkaitan langsung antara latihan dasar kemiliteran dan insiden tersebut karena masing-masing peserta kemungkinan memiliki riwayat kondisi kesehatan yang berbeda.
Ia menegaskan latsarmil hanya menjadi salah satu bagian dari rangkaian pelatihan dalam Program SPPI. Para calon manajer KDMP dan KNMP juga mendapatkan materi kompetensi yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas mereka.
“Itu kan bagian dari proses pelatihan. Nanti kalau mengenai kompetensinya tetap ada juga materinya,” ujarnya.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada Selasa (23/6/2026) mengonfirmasi dua peserta Program SPPI, yakni Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq, meninggal dunia saat menjalani latsarmil.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Rico Ricardo Sirait mengatakan Anisa, yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan, meninggal akibat serangan panas (heat stroke).
Sementara itu, Yonanda yang mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja mengalami penurunan kondisi fisik pada Senin (15/6/2026). Ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia akibat henti jantung berdasarkan hasil pemeriksaan medis.
Pada Rabu (24/6/2026), Kemhan juga mengumumkan meninggalnya Novia Rahmadhani Sihotang, peserta Program SPPI KNMP 2026 yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta.
Rico menjelaskan Novia mengalami gangguan kesehatan saat menjalani latsarmil pada Senin (22/6/2026). Ia sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Angkatan Udara Dr. Esnawan Antariksa, tetapi kondisinya terus menurun hingga meninggal dunia pada Selasa (23/6/2026).
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki
